Mempelajari Sejarah Perjalanan Katolik di Indonesia di Museum Katedral
Gereja Katedral adalah tempat ibadah umat Katolik yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Di balik kemegahan Gereja Katedral ada sebuah bangunan lain yang bernama Museum Katedral. Jemaat Gereja Katedral kini bisa beribadah sekaligus mempelajari sejarah perjalanan Katolik di Indonesia.
Museum Katedral pertama kali
diresmikan pada 28 April 1991 oleh Mgr Julius Darmaatmadja. Pembuatan museum
ini dipelopori oleh pastor kepala Katedral pada saat itu, yaitu
Pater Rudolf Kurris. Hal ini berawal dari rasa cinta Kurris terhadap sejarah
dan benda-benda bersejarah.
Museum Katedral adalah museum yang memiliki
koleksi benda umat Katolik yang menjelaskan sejarah dan perkembangan agama
Katolik di Nusantara. Di museum ini, pengunjung akan menemukan karya Romo
Reksaatmadja pada era 1930-an, yaitu berupa ukiran patung Bunda Maria berkonde.
Patung ini memiliki makna Bunda Maria adalah cerminan budaya Indonesia sebagai
salah satu pencetus kesenian Katolik. Ada pula lukisan dari batang pohon karya
Kusni Kadut, seorang penjahat kelas kakap yang dihukum mati pada tahun 1980.
Tujuan pembuatan Museum Katedral adalah
untuk membangkitkan rasa kagum atas sejarah masa lampau dan dapat membangkitkan
naluri rohani dari sebuah perjalanan sejarah perkembangan keimanan, untuk
dilestarikan dari generasi ke generasi. Selain itu dapat membuat jemaat ingin
menyalurkan pengetahuannya dari generasi ke generasi.
Museum Katedral terletak di Jl. Katedral No.7B, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Museum ini dibuka pada pukul 10.00 sampai 16.00 WIB, pada hari Senin sampai Sabtu. Pada hari Minggu, museum ini dibuka pada pukul 12.00 sampai 16.00 WIB. Sedangkan, pada hari Jumat Museum Katedral ditutup. Untuk mengunjungi Museum Katedral, pengunjung yang masuk tidak dikenakan biaya atau gratis.



Komentar
Posting Komentar